(BSKAP Nomor : 46 Tahun 2025)
A. RASIONAL
Fisika merupakan
salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji sifat-sifat materi dalam
ruang dan waktu beserta konsep-konsep gaya dan energi terkait. Fisika mengkaji fenomena
alam mulai dari skala atomik hingga jagat raya dengan menggunakan nalar ilmiah secara
objektif dan kuantitatif yang terwujud dalam proses pengamatan, pengukuran, perancangan
model hubungan antar variabel yang terlibat yang mencerminkan keteraturan alam,
serta penarikan kesimpulan yang terwujud dalam suatu teori yang valid dan dapat
diaplikasikan. Fisika mendasari perkembangan khasanah bidang ilmu pengetahuan
alam lainnya serta perkembangan teknologi modern yang memudahkan kehidupan
manusia diawali dari perkembangan mekanik dan permesinan, otomotif, komputer
dan otomasi, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Mata pelajaran
Fisika diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri. Pemahaman fisika yang tepat
berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi jembatan
keberhasilan murid dalam menempuh studi lanjut di pendidikan tinggi baik pada ilmu-ilmu
dasar/sains maupun ilmu-ilmu keteknikan/rekayasa dan teknologi.
Fisika memiliki
peran sebagai fondasi dari ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang
terus berkembang dan memberi dampak pada peradaban. Misalnya: penerapan mekanika,
elektromagnetisme, dan perkembangan fisika modern memberikan manusia alternatif
sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,
transportasi, hingga industri; kemudian konsep gelombang diterapkan dalam
sistem komunikasi, musik, medis, dan lainnya.
Fisika tidak hanya
menjelaskan apa dan mengapa suatu gejala alam bisa terjadi, melainkan memberi
jalan untuk digunakan secara terintegrasi dengan bidang lain dan menghasilkan inovasi
yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Misalnya: dengan matematika melalui
pemodelan dan formulasi kuantitatif; dengan geografi dalam kajian iklim dan kebencanaan;
serta dengan seni dalam aplikasi pencahayaan dan suara.
Pada proses
pembelajaran Fisika, murid dilatih untuk melakukan penelitian sederhana/inkuiri
mengenai fenomena alam. Murid belajar mengamati, mempertanyakan dan
memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses serta menganalisis
data dan informasi, mengevaluasi dan refleksi, serta mengomunikasikan hasil.
Setelah murid
menemukan konsep/prinsip/hukum Fisika yang esensial melalui inkuiri, murid
dilatih untuk memiliki penalaran ilmiah, kemampuan berpikir kritis dan
keterampilan memecahkan masalah yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari atau
teknologi yang terkait. Murid dilatih untuk dapat hidup selaras berdasarkan
hukum alam serta mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak, hingga
mendukung upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana alam secara optimal.
Sebagai ilmu yang
mempelajari fenomena alam, fisika mengajarkan kesadaran diri manusia sebagai
bagian dari alam yang menjadi jalan agar murid memiliki keimanan dan ketakwaan terhadap
Tuhan YME; mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan mengedepankan kolaborasi
dan prinsip kewargaan; serta memiliki standar perilaku yang sehat, mandiri, bernalar
kritis, dan kreatif yang sesuai dengan dimensi profil lulusan. Dengan demikian,
Fisika tidak hanya membekali murid secara kognitif, tetapi juga membentuk
karakter ilmiah dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan kemanusiaan.
B.
TUJUAN
Dengan mempelajari
ilmu fisika, murid dapat:
1.
membentuk sikap religius melalui fisika
dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa yang terwujud dalam akhlak mulia terhadap diri, sesama, dan
alam semesta;
2.
mengembangkan rasa ingin tahu,
integritas, kejujuran, adil, tanggung jawab, sikap saling menghormati, memahami
kekuatan dan keterbatasan diri dan menjadi pemelajar sepanjang hayat;
3.
menguasai konsep, prinsip, teori, dan
hukum Fisika untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena serta menerapkannya
pada situasi baru;
4. memiliki kemampuan dalam merumuskan
masalah, mengidentifikasi variabel, mengajukan dan menguji hipotesis melalui
percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah,
dan menginterpretasi data, serta mengomunikasikan hasil percobaan baik lisan
maupun tulisan, secara mandiri maupun berkelompok; dan
5. mengembangkan kemampuan berpikir
kritis, kreatif, kolaborasi, dan pemecahan masalah dengan menggunakan pemahaman
Fisika dalam kehidupan sehari-hari.
C.
KARAKTERISTIK
Mata pelajaran
Fisika diorganisasikan dalam 2 (dua) elemen, yaitu pemahaman fisika dan keterampilan
proses. Pada Fase F, deskripsi elemen dijabarkan sebagai berikut.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman
Fisika |
Pemahaman
fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, dan model pada materi mekanika; fluida;
gelombang; termodinamika; kelistrikan dan kemagnetan; fisika modern; dan
teori dasar digital, yang sesuai untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena
serta menerapkannya pada situasi baru. |
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Keterampilan
Proses |
Keterampilan
yang dikembangkan dan dibutuhkan murid untuk mencapai pemahaman yang lebih
dalam tentang konsep sains dan bagaimana pemikiran ilmiah diterapkan sehingga
dalam proses pembelajarannya, elemen ini merupakan satu kesatuan utuh yang tidak
diturunkan menjadi tujuan pembelajaran yang terpisah. Keterampilan
inkuiri sains terkait dengan pemahaman murid tentang konten fisika yang
menyediakan struktur dan proses dimana konten fisika dapat tercakup.
Keterampilan tersebut meliputi keterampilan mengamati; mempertanyakan dan
memprediksi; merencanakan dan melakukan penyelidikan; memproses, menganalisis
data dan informasi; mengevaluasi dan refleksi; serta mengomunikasikan hasil. Keterampilan
proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang
dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan murid. |
D.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
FASE
F KELAS XII
Pada akhir Fase F,
murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.
Pemahaman Fisika
Menganalisis
hubungan gerak pemanfaatannya untuk menjelaskan fenomena alam, desain, atau
rekayasa struktur; membuat karya yang menunjukkan penerapan hukum fluida dalam
kehidupan sehari-hari; menganalisis konsep kalor dan termodinamika serta penerapannya
untuk mengidentifikasi fenomena perubahan iklim; menganalisis gejala gelombang
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengevaluasi rangkaian listrik;
menganalisis fenomena elektromagnetik; menganalisis teori dasar fisika modern dan
pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi; serta menerapkan teori dasar digital
dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Keterampilan Proses
Menerapkan
keterampilan proses yang mencakup:
●
Mengamati
Mengamati fenomena
ilmiah dalam kehidupan sehari-hari maupun di laboratorium dan mencatat hasil
pengamatannya dengan memperhatikan detail dari objek yang diamati untuk
memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki.
●
Mempertanyakan dan Memprediksi
Merumuskan
pertanyaan ilmiah tentang hubungan antar variabel dan hipotesis yang dapat
diselidiki secara ilmiah.
●
Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Merencanakan dan
memilih metode yang sesuai serta mengendalikan variabel berdasarkan referensi
untuk mengumpulkan data yang dapat dipercaya; memilih dan menggunakan alat dan
bahan, termasuk penggunaan teknologi digital yang sesuai untuk mengumpulkan
serta mencatat data secara sistematis dan akurat.
●
Memproses, Menganalisis Data dan
Informasi
Menafsirkan
informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab; menggunakan
berbagai metode untuk menganalisa pola dan kecenderungan pada data;
mendeskripsikan hubungan antar variabel serta mengidentifikasi inkonsistensi yang
terjadi; menggunakan data dan rujukan untuk menarik kesimpulan yang konsisten
dengan hasil penyelidikan.
●
Mengevaluasi dan Refleksi
Mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan
kualitas data; menganalisis validitas informasi dari sumber primer dan sekunder
serta mengevaluasi pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam
penyelidikan.
●
Mengomunikasikan Hasil
Mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah
dan terbuka terhadap pendapat yang lebih relevan