Termometer
Termometer memanfaatkan
sifat termometrik zat untuk mengukur suhu. Sifat termometrik zat adalah sifat fisis
zat yang berubah jika dipanaskan, misalnya volume zat cair, panjang logam,
hambatan listrik seutas kawat platina, tekanan gas pada volume tetap, dan warna pijar kawat (filamen) lampu.
Jenis-Jenis Termometer
Saat ini banyak jenis-jenis temometer. Jenis
termometer ini tergantung pada jangkauan suhu yang diukur, ketelitian yang diinginkan dan sifat-sifat dari bahan yang digunakan.
Beberapa sifat - sifat zat yang biasa
digunakan untuk membuat termometer adalah :
1. Pemuaian
suatu kolom cairan dalam suatu kapiler
2. Hambatan
listrik dan seutas kawat platina
3. Beda
potensial pada suatu termokopel
4. Pemuaian
suatu keeping bimetal
5. Tekanan
gas pada volum tetap
6. Radiasi
yang dipancarkan benda.
Beberapa
sifat yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah termometer adalah :
1. Skalanya
mudah dibaca
2. Aman
untuk digunakan
3. Kepekaan
pengukurannya
4. Lebar
jangkauan suhu yang mampu diukur.
Berdasarkan
skala yang digunakan, termometer dibagi menjadi empat macam, yaitu :
1. Termometer
Celcius
Termometer Celcius ditemukan oleh Andreas Celcius,
seorang ahli fisika asal Swedia. Celcius menentukan titik tetap bawah termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair dan diberi skala 0°.
Titik tetap atas termometer Celcius diberi patokan berdasarkan suhu air yang
sedang mendidih pada tekanan 76 cm Hg atau 1 atm, yaitu 100°. Suhu satuan yang
diukur menggunakan termometer Celcius diberi satuan derajat celcius (ditulis :
°C)
2. Termometer
Reamur
Jenis termometer ini pertama kali ditemukan oleh
Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Perancis. Reamur menentukan titik
tetap bawah dan titik tetap atas termometer ini sama dengan cara yang dilakukan
oleh Andreas Celcius untuk menentukan skala termometernya. Hanya saja, Reamur
memberikan titik tetap bawah termometer Reamur pada skala 0°dan titik tetap
atas pada skala 80°. Satuan suhu yang digunakan untuk menuliskan suhu yang diukur dengan termometer Reamur adalah derajat reamur (ditulis : °R)
3. Termometer
Fahrenheit
Termometer Fahrenheit adalah salah satu jenis
termometer yang perlu diketahui. Termometer Fahrenheit ditemukan oleh seorang
ahli fisika berkebangsaan Jerman bernama Gabriel D.Fahrenheit. Untuk menentukan
titik tetap atas dan titik tetap bawahnya, Fahrenheit berpatokan pada suhu
antara campuran es dan garam mulai mencair untuk titik tetap bawah dan titik
tetap atasnya ada pada titik didih campuran tersebut. Titik tetap bawah
termometer Fahrenheit ada pada skala 32° dan titik tetap atasnya ada pada skala 212°. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Fahrenheit adalah derajat Fahrenheit (ditulis : °F).
Dari ketiga jenis termometer tersebut, termometer yang
umum digunakan di Indonesia adalah termometer Celcius. Sedangkan di beberapa
negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, termometer yanng digunakan adalah
termometer Fahrenheit. Akan tetapi, skala suhu untuk satuan suhu dalam Sistem
Internasional (SI) atau yang disebut skala termodinamika adalah Skala Kelvin.
4. Termometer
Kelvin
Termometer Kelvin ditemukan oleh Lord Kelvin yang nama
asli sebenarnya adalah William Thompson yang merupakan seorang ilmuwan
berkebangsaan Inggris. Kelvin menggunakan skala termometer Celcius yang dengan
mengubah skala titik tetap bawah dan titik tetap atasnya. Jika pada termometer
Celcius titik tetap bawah adalah 0°, maka pada termometer Kelvin suhu titik
tetap bawah adalah 273. Sedangkan jika titik tetap atas termometer Celsius adalah 100°,
maka pada termometer Kelvin suhu titik tetap atasnya adalah 373.
Ingat, dalam menggunakan satuan Kelvin untuk menunjukkan suhu tidak menggunakan
kata “derajat” (°), melainkan hanya “Kelvin” saja. Contoh : 308 K (baca : 308
Kelvin).
Berdasarkan bahan
pembuatannya, termometer dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Termometer
Cairan
Jenis termometer yang banyak dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari adalah termometer yang pipa kacanya berisi cairan. Umumnya cairan akan memuai dengan laju berbeda untuk jangkauan suhu yang
berbeda akan tetapi pengecualian pada raksa yang memiliki pemuaian yang
teratur. Jenis-jenis termometer cairan, yaitu :
a. Termometer
Air Raksa (Merkuri)
Termometer yang pipa kacanya diisi dengan raksa yang
disebut termometer raksa. Termometer raksa dengan skala Celcius adalah termometer
yang umum dijumpai dalam keseharian. Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan
sesuai untuk pekerjaan laboratorium (-40 derajat Celcius s/d 350 derajat
Celcius). Raksa dalam pipa termometer akan memuai jika dipanaskan. Pemuaian
mendorong kolom cairan (raksa) keluar dari pentolan pipa menuju ke pipa
kapiler.
b. Termometer
alkohol
Termometer yang pipa kacanya diisi
dengan alkohol disebut termometer alkohol. Termometer raksa dengan skala Celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam sehari-hari. Contoh termometer cairan dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
1) Termometer klinis (termometer badan)
Termometer
klinis yang biasa digunakan para dokter, perawat, dan orang tua untuk mengukur
suhu tubuh manusia.
2) Termometer
dinding (termometer ruangan)
Termometer yang berfungsi untuk mengukur suhu
dalam suatu ruangan. Termometer ini biasanya digabungkan dengan alat hiasan
lain seperti, jam dinding, hiasan dinding dan lain-lain.
3) Termometer
Maximum dan Minimum ( Six-Bellani )
Termometer ini dapat mengukur suhu minimum dan
suhu maksimum dalam jangka waktu tertentu. Prinsip kerjanya, ketika suhu udara
turun alkohol di ruang A menyusut sehingga raksa di ruang B naik dan mendorong
keping baja untuk menunjukkan angka minimum. Sebaliknya suhu udara naik alkohol
di ruang A memuai dan mendesak raksa di ruang B turun dan raksa di ruang C naik
untuk mendorong paku baja untuk menunjukkan angka maksimum. Kedua keping baja
dapat turun karena ditahan oleh spiral. Untuk mengembalikan keeping baja pada
posisi semula digunakan magnet tetap.
4) Termometer laboratorium
Termometer laboratorium sering di jumpai di
ruang laboratorium. Termometer ini bisa digunakan untuk perlengkapan laboratorium. Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika
cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skalanya
bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang
konduktor.
2. Termometer Gas
Termometer gas adalah jenis termometer yang
memanfaatkan sifat-sifat termal gas. Ada dua macam termometer gas, yaitu :a. Termometer yang volume gasnya dijaga tetap, dan
tekanan gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.
b. Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap, dan
volume gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.
Pada prinsipnya, jika suhu naik, tekanan gas
naik dan dihasilkan beda ketinggian yang lebih besar pada termometer. Karena
gas memuai lebih besar daripada cairan maka termometer gas lebih teliti
daripada termometer cairan. Selain itu dapat mengukur suhu lebih rendah dan lebih tinggi dibandingkan termometer cairan. Jangkauan suhunya mulai dari
-250°C sampai dengan 1500°C.
3. Termometer zat padat
Termometer zat padat menggunakan prinsip
perubahan hambatan logam konduktor terhadap suhu sehingga sering juga disebut
sebagai termometer hambatan. Biasanya termometer ini menggunakan kawat platina
halus yang dililitkan pada mika dan dimasukkan dalam tabung perak tipis tahan
panas.
a. Termometer
Platina
Termometer yang bekerja berdasarkan pada
perubahan tahanan yang terjadi pada sensor termometer karena pengaruh suhu media/benda
yang diukur suhunya. Termometer ini lebih teliti dan stabil dibandingkan termokopel dan lebih kuat serta rentang ukur suhu lebih lebar daripada
termistor. Media termometriknya adalah kawat platina. Sifat fisika yang digunakan perubahan tahanan kawat platina sebagai fungsi suhu. Besaran yang
diukur adalah tahanan listrik, rentang ukurnya -200 s/d 850°C.
Prinsip kerjanya adalah ketika suhu naik,
hambatan listrik platina naik. Hambatan listrik diukur dengan teliti oleh sebuah rangkaian jembatan. Keuntungannya, jangkauan suhunya lebar (-250°C
sampai dengan 1500°C), teliti dan peka. Kerugiannya, suhu tidak dapat dibaca secara langsung, pembacaannya lambat sehingga tidak sesuai untuk mengukur suhu
yang berubah-ubah.
b. Termometer
bimetal
Termometer bimetal adalah termometer yang
memanfaatkan perbedaan pemuaian antar dua jenis logam. Termometer ini terdiri
dari dua buah keping logam yang memiliki koefisien muai berbeda, sehingga
ketika terkena perubahan suhu maka bimetal akan melengkung ke arah tertentu.
Jika suhu meningkat, maka keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih kecil. Sedangkan jika suhu menurun, maka keping
bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih besar.
Termometer bimetal digunakan untuk mengukur suhu oven kompor, termostat,
pemanggang, dan circuit breakers.
4. Termometer Termistor
Termometer termistor merupakan termometer yang menggunakan termistor sebagai sensornya.
Termistor (bahasa Inggris: thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor
adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance)
jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Ketika suhu
naik, hambatan termistor turun. Hambatan listrik diukur dengan suatu rangkaian
yang mengandung sebuah skala yang dikalibrasi dalam derajat suhu.
Keuntungannya, dapat dihubungkan ke rangkaian lain atau komputer. Kerugiannya, jangkauan suhunya terbatas (-25 °C sampai dengan 180 °C).
5. Termometer Termokopel
Pada dunia
elektronika, termokopel merupakan sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik
(voltase). Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan
suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C.
6. Termometer Optik
a. Pirometer
Pirometer (Pyrometer) adalah termometer yang
digunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (di atas 1000°C), contoh :
suhu peleburan logam dan suhu permukaan matahari. Prinsip kerja alat ini adalah mengukur radiasi yang dipanaskan oleh
benda tersebut. Jenis pirometer dua macam, yaitu pirometer optik dan pirometer
radiasi total.
b. Termometer
Infra Merah
Termometer Infra Merah mengukur suhu menggunakan
radiasi kotak hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang
disebut termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan
pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat
mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang
dipancarkan oleh objek dan emisinya, temperatur objek dapat dibedakan.
7. Termometer Digital
Termometer digital adalah termometer yang
menggunakan sensor digital dan layar LCD untuk menunjukkan tingkat suhu. Sensor
yang digunakan biasanya termokopel. Termometer digital digunakan secara luas
karena akurasi dan sensitivitasnya. Termometer ini digunakan secara luas untuk
mengukur suhu badan, sebagai alat bantu memasak, dan laboratorium.
8. Termometer Galileo
Termometer Galileo (atau termometer Galilea),
dinamai fisikawan Italia, Galileo Galilei, adalah termometer yang terbuat dari
gelas silinder tertutup berisi cairan bening dan serangkaian benda yang
kerapatannya sedemikian rupa sehingga mereka naik atau turun sesuai perubahan
suhu. Di dalam cairan digantungkan sejumlah beban.
Umumnya beban tersebut dilekatkan pada bola kaca tersegel yang berisi cairan
berwarna untuk efek estetika. Saat suhu berubah, kerapatan cairan di dalam
silinder turut berubah yang menyebabkan bola
kaca bergerak timbul atau tenggelam untuk mencapai posisi di mana kerapatannya sama dengan cairan sekelilingnya atau terhenti oleh
bola kaca lainnya. Bila perbedaan kerapatan bola kaca sangat kecil dan
terurutkan sedemikian rupa sehingga yang kurang rapat berada di atas dan yang terapat berada di bawah, hal tersebut dapat membentuk suatu skala suhu.